Seorang Wanita Menunda Nikah 18 Tahun Karena Obesitas

menunda nikah 18 tahun karena obesitas

Perkawinan merupakan momen yang dinanti- nantikan dalam hidup seorang. Tetapi apa jadi bila momen senang tersebut tertunda buat waktu yang lama? Cerita tersebut dirasakan seseorang perempuan bernama Charmaine Brooks yang menunda pernikahannya sepanjang 18 tahun semenjak tunangan gara- gara kegemukan. Memang kisah wanita yang menunda nikah 18 tahun karena obesitas cukup mengharukan.

Perkawinan yang tertunda hampir 2 dekade tersebut diakibatkan oleh berat tubuh Brooks melonjak ekstrem alias kegemukan. Kala itu dia mempunyai berat tubuh menggapai sekira 114 kg. Beratnya dapat melonjak ekstrem diakibatkan kerutinan Brooks makan sampai buatnya gendut.

Perempuan berumur 36 tahun tersebut mengaku mau menangis kala memandang wujud badannya kala liburan. Semenjak badannya jadi membengkak dia merasa malu serta tidak tabah buat menikahi Darren Squires tunangannya. Perlu kamu tahu wanita itu menunda nikah 18 tahun karena obesitas.

“ Terdapat waktu memandang gambar liburan membuat aku menangis serta benak buat menikah membuat aku merasa sakit serta seram. Saat ini aku tidak tabah buat menikahi cinta dalam hidup aku,” cerah Brooks, sebagaimana dikutip Mirror, Senin( 25/ 11/ 2019).

Merendahkan berat tubuh tampaknya bukan suatu perihal yang gampang buat dicoba Brooks. Dia mengaku pernah menempuh hidup yang susah serta dirawat sepanjang setahun pada umur 12 tahun sehabis badannya menggemuk. Apalagi sehabis bertahun- tahun melawan badan gemuknya, Brooks jadi kesusahan buat berdiri.

Berat tubuhnya naik dari semula sekira 50, 8 kg sampai 101 kg. Dengan tubuh seberat itu, dia apalagi wajib bertanggung jawab buat mengurus ketiga saudaranya sehabis si bunda dirawat di rumah sakit.

Dikala berumur 17 tahun serta berjuang dengan bobot badannya, kehidupan Brooks sedikit berganti sehabis joker688 berjumpa Roofer Darren. Hidup mereka jadi tidak terpisahkan serta dalam waktu satu tahun, Brooks memiliki. Dia mengaku kala berat badannya bertambah, kerutinan hidupannya jadi sangat tidak sehat dengan alkohol.

“ Kehidupan rumah aku berkembang berusia dikelilingi oleh alkohol, narkoba serta kekerasan. Serta saat ini aku mempunyai laki- laki tampan dalam hidup aku yang menyayangi serta sangat dapat diandalkan,” lanjutnya.

Brooks menceritakan kalau putra pertamanya yang bernama Nathan lahir pada Mei 2002. Kala itu berat tubuh Brooks naik 31 kg. Dia mengaku makan 4 kali satu hari serta bukan 2 kali satu hari. Sampai kesimpulannya perawat berkata kalau si balita berisiko hadapi diabet gestasional.

“ Untungnya Nathan lahir tanpa permasalahan kesehatan. Namun kala memandang ke balik terdapat suatu yang mengejutkan. 6 minggu sehabis kelahiran, Darren melamar serta aku langsung berkata ya,” cerah Brooks.

Tetapi harapannya buat menikah terganjal dengan berat tubuhnya yang naik tidak terkendali. Brooks masih tidak bisa lepas dari bermacam tipe minuman serta kekuarangan tidur sebab wajib mengurus Nathan. Dia juga berupaya merendahkan berat tubuhnya hingga 22 kg.

“ Nathan baru 6 bulan, jadi sepanjang kehamilan kedua itu aku sangat letih sehingga dapat bertahan hidup dengan junk food. Pada dikala Aimee lahir, saya telah 17 stone ataupun 107 kg,” lanjut Brooks.

Memandang berat tubuhnya tidak kunjung menurun, Brooks yang menjabat bagaikan care worker dari Southampton berjuang merendahkan berat tubuhnya. Perlahan- berat tubuhnya menyusut sampai menggapai 82, 5 kg. Tetapi dia hadapi permasalahan baru kala wajib mengurus Nathan serta Aimee bersekolah.

“ Aku wajib membebaskan pekerjaan yang disukai, bekerja dengan orang berusia dengan permasalahan kesehatan mental. Demi terletak di sekolah buat Nathan serta Aimee. Dalam sebagian bulan kami kehabisan pemasukan, kami hadapi kredit macet pada 2010 serta pekerjaan Darren mengering,” lanjutnya.

Krisis ekonomi yang menyerang keluarga Brooks buatnya tenggelam dalam tekanan mental yang menghancurkan hidupnya.” Aku dalam keadaan sangat kurang baik sehingga aku berikan ketahui Darren aku tidak lagi mencintainya bagaikan metode buat buatnya mendesak aku. Aku merasa sangat negatif,” tandasnya.

Semenjak tekanan mental aku tidak dapat berurusan dengan kanak- kanak ataupun rumah. Aku memilah tidur nyaris sejauh waktu sedangkan Darren dibiarkan melaksanakan segalanya buat membenahi kehidupan keluarganya.

” Setelah itu, kala Brooks mulai keluar dari depresinya, Darren, yang tidak sanggup menghidupi kebutuhan keluarganya mempunyai permasalahan kesehatan mental sendiri. Walaupun demikian kami tidak silih melepas satu sama lain, demikian juga kanak- kanak kami,” cetusnya.

Dialami dengan suasana dalam rumah tangga yang terus menjadi seram, berat tubuh Brooks kembali meningkat.” Aku makan sampai 20 batang cokelat satu hari serta makan besar- besaran. Puding sehabis makan malam serta sebatang susu sapi dimensi keluarga,” lanjutnya.

Brooks pula kehabisan rasa yakin dirinya. Dia pula sangat besar buat bermain dengan kanak- kanak aku serta tidak tahan buat berdiri lebih dari 10 menit sebab tekanan besar pada pergelangan kaki. Tetapi seluruhnya berganti dikala menempuh liburan keluarga ke Poole pada 2014.

“ Kami mempunyai pedati buat mengitari perkemahan serta aku wajib turun sebab sangat berat untuk Darren buat dikayuh. Aku kembali serta berupaya mengambil selfie keluarga, namun aku sangat besar buat memasukkan kita seluruh, jadi seseorang perempuan menawarkan dorongan buat melaksanakannya,” cetusnya.

Brooks pula merasa ngeri, sebab lengan aku lebih besar dari kepala aku, sedangkan paha aku keluar dari gerobak. Apalagi Brooks nampak semacam Keledai yang gendut. Nyatanya momen itu lah yang mengganti hidupnya kala Brooks bersumpah buat merendahkan berat tubuh serta mengawali diet Cambridge.

Dia mengambil alih santapan dengan shake yang bergizi. Tantangan Facebook sepanjang 50 hari pada tahun 2015 juga makin tingkatkan fokusnya. Semenjak menempuh program diet tersebut Brooks dapat kembali menggunakan baju yang telah tidak memuat dengan badannya semenjak berumur 17 tahun.

Sehabis sukses merendahkan berat badannya, Brooks memperoleh pesan cinta bagaikan hadiah dari Darren. Sedangkan kanak- kanak berjalan bawa cincin buat menanyakan niatnya buat menikah. Lebih mengejutkannya lagi, Brooks sudah membeli pakaian perkawinan semenjak 17 tahun bertunangan.

” Aku telah membeli gaun pengantin dimensi 12 serta aku sempat mempunyai dimensi badan 2 kali lipat lebih besar. Rasanya hidup kami begitu istimewa bersama,” tuturnya.

Pendamping ini saat ini merancang hari besar mereka di Maret 2020 di depan sekira 100 tamu undangan. Brooks mengaku sudah lewat posisi terendah serta paling tinggi dalam hidupnya. Dikala ini berat tubuhnya menggapai 44, 4 kg.

“ Aku merasa luar biasa. Serta aku telah dilatih bagaikan konsultan Cambridge Weight Plan buat menginspirasi orang lain. Bila aku dapat melaksanakannya, siapa juga pula dapat,” tuntasanya.