Pemerintah Aceh Gelar Festival Ratoh Jaroe

pemerintah Aceh gelar festival Ratoh Jaroe

Provinsi Aceh mengadakan Festival Ratoh Jaroe 2019 yang diiringi oleh 1. 560 siswi dari Sekolah Menengah Atas( SMA) serta Sekolah Menengah Awal( SMP). Mereka berasal dari sekolah di bermacam daerah Jawa, DKI Jakarta, sampai Provinsi Banten. Tentu pemerintah Aceh gelar festival Ratoh Jaroe untuk menarik kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, Jamaluddin berkata, perlombaan Tarian Ratoh Joroe ini sekalian menghadirkan budaya Aceh. Tarian tersebut merupakan salah satunya yang lumayan mendunia.

” Terlebih dikala Asian Permainan tahun kemudian, banyak orang yang menyangka itu merupakan Tarian Saman, sementara itu itu Ratoh Jaroe,” kata Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Jamaluddin kepada Wartawan dikala ditemui di Gedung Sapta Pesona, Departemen Pariwisata, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Oktober 2019.

Tidak hanya itu harapan Jamal, diadakannya perlombaan tarian ini warga Indonesia, spesialnya di Pulau Jawa bisa mendatangi sebagian tempat wisata di Aceh.

Sedangkan itu, Asisten Deputi Departemen Pariwisata RI Riza Pahlevi pula mengantarkan, diadakannya festival ini buat melestarikan nilai- nilai tradisi di Aceh. Tidak hanya itu, festival ini dapat berikan peluang kepada siapa saja yang memiliki bakat menari.

” Tujuannya buat melestarikan nilai- nilai tradisi, setelah itu gimana memperluas energi tularnya, memperluas orang- orang dapat menari,” katanya.

Buat itu Departemen Pariwisata sangat menunjang terdapatnya pergelaran kegiatan tersebut. Perihal yang terutama merupakan aktivitas ini sekalian hendak mempromosikan pariwisata di Aceh.

Upacara pembukaan( opening ceremony) Asian Permainan areaslot pada Sabtu kemudian berlangsung meriah serta megah. Segala rangkaian acaranya juga masih jadi pembicaraan di media sosial serta membuat mereka sulit move on.

Pemirsa juga terbuat kagum dikala penampilan dari 1. 600 siswi dari 18 SMA se- DKI Jakarta yang menarikan tarian tradisional Aceh ialah tari Ratoh Jaroe. Serta yang buat penasaran merupakan kala para penari dapat mengganti corak kostumnya dalam waktu yang pendek. Kamu tentu bertanya Tanya gimana dapat?

Kostum ajaib yang awal mulanya bercorak broken white serta emas ini seketika berganti corak jadi oranye, merah serta biru. Nyatanya inilah rahasia kenapa kostum tersebut dapat berganti corak. Salah satu penari bernama Andiny Melzara siswi dari SMAN 3 Jakarta memberikan rahasia kenapa pakaian itu dapat berubah corak di instagram story- nya@andinmlzh.

Kostum karya Denny Malik yang dipakai oleh para penari dimodifikasi serta terbuat berlapis- lapis. Nyatanya ada perekat pakaian yang dipasang pada pundak, leher, serta pinggang samping biar bisa dilepas pasang dengan gampang. Jadi pemerintah Aceh gelar festival Ratoh Jaroe untuk melestarikan daerah mereka untuk menjadi lebih baik.

“ Di bajunya terdapat perekatnya di leher, pundak serta pinggang samping. Jadi tiap kita nunduk itu kita tarik dari leher,” Kata Andin Melzara kepada Areaslot lewat pesan pendek, Minggu, 19 Agustus 2018.

Desain kostum unik ini sukses membuat segala pemirsa yang muncul di stadion Gelora Bung Karno berdecak kagum. Corak kostum juga berganti bersamaan bergantinya formasi para penari.

Buat tampak di pagelaran bergengsi Asia ini, Andin mengaku telah menjajaki latihan semenjak 4 bulan yang kemudian. Dia berkata tidak menyangka yang muncul hendak seramai itu.

“ Waktu rehearsal orangtua kita nonton kita tambil tetapi waktu dibuka tirainya saya enggak nyangka banget bakalan seramai itu. Saya pula enggak nyangka bakalan jadi viral,” tambah Andin.

Rasa gugup juga pernah menghampirinya sesaat saat sebelum naik ke panggung. Tetapi, memandang para pemirsa yang bertepuk tangan serta bersorak membuat Andin jadi semangat.

“ Seneng banget sih, letih kita betul- betul langsung lenyap memandang reaksi orang- orang yang tepuk tangan,” kata Andin.

Tidak cuma Tari Ratoh Jaroe saja yang memeriahkan kegiatan ini, bermacam- macam tarian dari Sabang hingga Merauke juga ikut didatangkan dalam pagelaran bergensi di Asia ini. Tarian modern semacam hip hop, ballet, tari kontemporer Cube serta parkour juga dipadukan buat menyemarakkan acara pembukaan yang meriah.

Sebanyak 3. 600 penari ini dilatih sepanjang berbulan- bulan oleh 2 koreografer profesional ialah Denny Malik serta Eko Supriyanto. Mereka juga diiringi oleh ratusan pemusik di dasar arahan seniman music terkemuka Indonesia ialah Addie MS serta Ronald Steven. Penyanyi berbakat Indonesia juga ikut tampak buat memeriahkan kegiatan pembukaan Asian Permainan 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *